Hakikat Filsafat Administrasi
Filsafat berasal dari bahasa Yunani: philos yaitu gemar, senang, dan cinta, sedangkan sophia yaitu kebijaksanaan. Jadi filsafat dapat diartikan sebagai cinta akan terhadap kebijaksanaan. Filsafat merupakan ilmu pengetahan yang menyelidiki hakikat segala sesuatu untuk memperoleh kebenaran. Pada hakikatnya filsafat menuntun orang untuk menemukan kebenaran dan mencintai kebijaksanaan.
Administrasi
Administrasi berasal dari bahasa Latin yaitu Ad = intensif dan ministrare = melayani, membantu, memenuhi. Administrasi merujuk pada kegiatan atau usaha untuk membantu, melayani, mengarahkan, atau mengatur semua kegiatan di dalam mencapai suatu tujuan.
Administrasi dalam arti sempit, merupakan kegiatan ketatausahaan yang mliputi kegiatan cata-mencatat, surat-menyurat, pembukuan dan pengarsipan surat serta hal-hal lainnya yang dimaksudkan untuk menyediakan informasi serta mempermudah memperoleh informasi kembali jika dibutuhkan, yang dapat dikatakan kegiatan tatausaha.
Administrasi dalam arti luas, merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh sekelompok orang dalam suatu kerjasama untuk mencapai tujuan tertentu.
Kompetensi yang dibentuk dengan
belajar filsafat administrasi,
mencetak pemimpin yang berkualitas, berkarakter, inovatif, dan sikap perilaku
integritas yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan kemampuan untuk
menjunjung tinggi etika publik, taat pada nilai-nilai, norma, moralitas dan
bertanggung jawab dalam memimpin instansi.
rumus kepemimpinan: L=F ( l .f .s ).
L=Leadership ( Kepemimpinan ). F=fungction ( fungsi ).
l=leader ( pemimpin ). f= follower ( anggota ). s= situation (situasi).
rumus kepemimpinan: L=F ( l .f .s ).
L=Leadership ( Kepemimpinan ). F=fungction ( fungsi ).
l=leader ( pemimpin ). f= follower ( anggota ). s= situation (situasi).
Jika
perilaku pemimpin dihubungkan dengan teori X, maka
akan terbentuk perilaku pemimpin yang malas, sehingga tujuan yang sudah
ditentukan tidak berjalan sesuai dengan yang rencanakan sebelumnya. Teori Y, pemimpin yang kreatif, pekerja keras
dan mempunyai kesadaran untuk menghadirkan prestasi bagi instansinya. Teori Z,
orang yang pekerja keras, sehingga perkembangan pesat terhadap organisasi yang
dijalankannya.
Teori pilihan saya Teori Genetik : Menjelaskan bahwa
sejak lahir seseorang telah memiliki bakat sebagai pemimpin dan memang
ditakdirkan sebagai pemimpin, dan terjadi secara turun temurun.
Teori Sosial : Teori yang mengatakan bahwa seorang pemimpin harus dibentuk, tidak muncul begitu saja , seorang jadi pemimpin karena proses pendidikan dan pelatihan, dan kerja keras
Teori ekologis : merupakan penggabungan dari dua teori diatas. Seorang menjadi pemimpin karena bakat yang dimilikinya sejak lahir kemudian dikembangkan dengan pendidkan dan pelatihan, dan kerja keras, yang dalam prakteknya ada dua terapan teori kepemimpinan yaitu : Teori Sifat Kepemimpinan (Traist Theory) dan Teori Situasional (Situasional Theory).
Teori Sosial : Teori yang mengatakan bahwa seorang pemimpin harus dibentuk, tidak muncul begitu saja , seorang jadi pemimpin karena proses pendidikan dan pelatihan, dan kerja keras
Teori ekologis : merupakan penggabungan dari dua teori diatas. Seorang menjadi pemimpin karena bakat yang dimilikinya sejak lahir kemudian dikembangkan dengan pendidkan dan pelatihan, dan kerja keras, yang dalam prakteknya ada dua terapan teori kepemimpinan yaitu : Teori Sifat Kepemimpinan (Traist Theory) dan Teori Situasional (Situasional Theory).
