Senin, 03 November 2014

Hakikat Filsafat Administrasi


        Filsafat Administrasi adalah suatu penalaran tentang suatu kerjasama yang terdapat dua orang atau lebih dalam suatu organisasi yang bekerjasam, bertujuan untuk mencapai tujuan tersebut yang sebelumnya sudah direncanakan yang didasarkan pada suatu kebijaksanaan. Fisafat administrasi dapat membantu kita untuk memikirkan suatu tujuan yang benar-benar kita laksanakan dengan sebaik-baiknya dalam waktu yang sudah ditentukan dalam mencapai tujuan tersebut dalam suatu organisasi yang kita jalankan. Inilah yang merupakan kebenaran tentang “filsafat administrasi”.

Filsafat administrasi bilamana disandarkan kepada teori x,y, dan z. 
Teori X: Mereka yang tidak disiplin, tidak bertanggungjawab, egois, malas, terpaksa dalam melakukan suatu pekerjaan, mementingkan diri sendiri, tidak memiliki tujuan atau keinginan yang besar dalam mengembangkan suatu organisasi dan prestasinya, dan kebanyakan orang harus dikontrol secara ketat dan seringkali dipaksa untuk mencapai  tujuan organisasi. Tapi teori ini tetap harus digunakan khususnya pada beberapa jenis karyawan atau orang-rang  yang memiliki karakter yang lebih termotivasi  secara efektif dan memberikan hasil kinerja yang lebih baik dengan gaya kepemimpinan yang otoritatif.
Teori Y: Mereka orang-orang yang mempunyai karakter dan kepribadian yang baik dalam suatu organisasi sehingga dapat menjadi contoh bagi yang lain, dan mereka bekerja penuh dengan kesukarelaan, dan menganggap pekerjaan itu menjadi tanggungjawab yang mutlak. Mereka mempunyai kretifitas,intelektualitas, imaginasi, motivasi yang tinggi untuk berprestasi.
 
     Menurut asumsi teori Y, orang-orang ini pada hakikatnya menganggap bahwa:
1.      Pekerjaan itu pada hakekatnya seperti bermain, dapat memberikan kepuasan kepada orang lain. Sehingga di antara keduanya tidak ada perbedaan, jika keadaan sama-sama menyenangkan.
2.      Manusia dapat mengawasi diri sendiri, dan hal itu tidak bisa dihindari dalam rangka mencapai tujuan-tujuan organisasi.
3.      Kemampuan untuk berkreativitas di dalam memecahkan persoalan-persoalan organisasi secara luas didistribusikan kepada seluruh tenaga kerja
4.      Motivasi tidak saja berlaku pada kebutuhan-kebutuhan sosial, penghargaan dan aktualisasi diri tetapi juga pada tingkat kebutuhan-kebutuhan fisiologi dan keamanan.
5.      Orang-orang dapat mengendalikan diri dan kreatif dalam bekerja jika dimotivasi secara tepat.

Teori  Z:  Mereka yang setia pada pekerjaan, pemotivasi yang propesional, memberi kebebasan yang dapat dikontrol, memahami kondisi dan situasi bawahan dalam bekerja, ini perpaduan antara teori x,y sehingga teori ini bisa dikatakan sempurna. 

Meurut Abraham Maslow Teori Z memiliki 3 asumsi
1.        Kebutuhan manusia tidak pernah benar-benar puas.
2.        Perilaku manusia adalah tujuan dan termotivasi oleh kebutuhan untuk kepuasan.
3.        Kebutuhan tersebut dapat diklasifikasikan menurut struktur hirarkis penting dari terendah hingga tertinggi (Maslow, 1970). Dari ketiga asumsi ini maka hadirlah seorang pemimpin yang memiliki jiwa pemotivasi yang handal sehingga suatu organisasi dapat berkembang dengan cepat dari tujuan yang sudah ditetapkan sebelumnya.

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda