Hakikat Filsafat Administrasi
Filsafat
Administrasi
adalah suatu penalaran tentang suatu kerjasama yang terdapat dua orang atau
lebih dalam suatu organisasi yang bekerjasam, bertujuan untuk mencapai tujuan
tersebut yang sebelumnya sudah direncanakan yang didasarkan pada suatu
kebijaksanaan. Fisafat administrasi dapat membantu kita untuk memikirkan suatu
tujuan yang benar-benar kita laksanakan dengan sebaik-baiknya dalam waktu yang
sudah ditentukan dalam mencapai tujuan tersebut dalam suatu organisasi yang
kita jalankan. Inilah yang merupakan kebenaran tentang “filsafat administrasi”.
Filsafat administrasi
bilamana disandarkan kepada teori x,y, dan z.
Teori X: Mereka yang tidak
disiplin, tidak bertanggungjawab, egois, malas, terpaksa dalam melakukan suatu
pekerjaan, mementingkan diri sendiri, tidak memiliki tujuan atau keinginan yang
besar dalam mengembangkan suatu organisasi dan prestasinya, dan kebanyakan
orang harus dikontrol secara ketat dan seringkali dipaksa untuk mencapai
tujuan organisasi. Tapi teori ini tetap harus digunakan khususnya pada beberapa
jenis karyawan atau orang-rang yang
memiliki karakter yang lebih termotivasi
secara efektif dan memberikan hasil kinerja yang lebih baik dengan gaya
kepemimpinan yang otoritatif.
Teori Y:
Mereka orang-orang yang mempunyai karakter dan kepribadian yang baik dalam
suatu organisasi sehingga dapat menjadi contoh bagi yang lain, dan mereka
bekerja penuh dengan kesukarelaan, dan menganggap pekerjaan itu menjadi tanggungjawab
yang mutlak. Mereka mempunyai kretifitas,intelektualitas, imaginasi, motivasi
yang tinggi untuk berprestasi.
Menurut asumsi teori Y, orang-orang ini pada hakikatnya menganggap
bahwa:
1.
Pekerjaan itu pada hakekatnya seperti bermain, dapat
memberikan kepuasan kepada orang lain. Sehingga di antara keduanya tidak ada
perbedaan, jika keadaan sama-sama menyenangkan.
2.
Manusia dapat mengawasi diri sendiri, dan hal itu
tidak bisa dihindari dalam rangka mencapai tujuan-tujuan organisasi.
3.
Kemampuan untuk berkreativitas di dalam memecahkan
persoalan-persoalan organisasi secara luas didistribusikan kepada seluruh
tenaga kerja
4.
Motivasi tidak saja berlaku pada kebutuhan-kebutuhan
sosial, penghargaan dan aktualisasi diri tetapi juga pada tingkat
kebutuhan-kebutuhan fisiologi dan keamanan.
5.
Orang-orang dapat mengendalikan diri dan kreatif dalam
bekerja jika dimotivasi secara tepat.
Teori Z: Mereka yang setia pada
pekerjaan, pemotivasi yang propesional, memberi kebebasan yang dapat dikontrol,
memahami kondisi dan situasi bawahan dalam bekerja, ini perpaduan antara teori
x,y sehingga teori ini bisa dikatakan sempurna.
Meurut
Abraham Maslow Teori Z memiliki 3 asumsi
1. Kebutuhan manusia tidak pernah benar-benar
puas.
2. Perilaku manusia adalah tujuan dan termotivasi
oleh kebutuhan untuk kepuasan.
3. Kebutuhan tersebut dapat diklasifikasikan
menurut struktur hirarkis penting dari terendah hingga tertinggi (Maslow,
1970). Dari ketiga asumsi ini maka hadirlah seorang pemimpin yang memiliki jiwa
pemotivasi yang handal sehingga suatu organisasi dapat berkembang dengan cepat
dari tujuan yang sudah ditetapkan sebelumnya.

0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda